SEKILAS TENTANG DESA NGEMPLAK KIDUL – MARGOYOSO – PATI

Gapura Makam

Ngemplak Kidul adalah suatu desa di kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, provinsi Jawa Tengah. Desa Ngemplak Kidul layaknya desa-desa lainnya memiliki lembaga-lembaga kemasyarakatan desa yang lengkap, seperti PKK, Posyandu, LKMD, LPMD, Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), Karang Taruna, Kelompok Profesi, Yayasan Pendidikan, BKM, B3B, BPD, Hansip, dll. Desa Ngemplak Kidul memiliki 4 Rukun Warga dan 22 Rukun Tetangga, dengan estimasi setiap Rukun Warga terdiri dari 4-5 Rukun Tetangga. Ngemplak Kidul merupakan desa terbesar di kecamatan Margoyoso dengan penduduk terbanyak yaitu lebih dari 9000 jiwa.

Lapangan kerja terbesar di desa Ngemplak Kidul adalah pembuatan tepung tapioka. Potensi tepung tapioka di Ngemplak Kidul adalah yang terbesar di Jawa Tengah. Kebanyakan warga memilih pekerjaan baik sebagai wirausaha ataupun buruh. Banyak usaha pembuatan tepung tapioka berskala besar maupun kecil. Pengusaha berskala besar biasanya memiliki merek tersendiri dan mampu mengirim produksi mereka hingga keluar kota. Pada usaha berskala kecil, masyarakat biasanya membuat tempat usaha didaerah dekat rumahnya sehingga mampu dengan mudah memproduksi produk mereka. Usaha kecil ini biasanya tidak memiliki merek dagang dan hanya dijual didaerah sekitarnya. Baik usaha besar atau kecil ini mampu membantu mempekerjakan masyarakat sekitar dan secara otomatis mampu mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan di desa mereka bahkan desa lainnya.

 

Desa Ngemplak Kidul sering disebut sebagai desa yang tak pernah tidur, karena merupakan jantung dan pusat kegiatan di kecamatan Margoyoso. Toko-toko dan warung tersedia selama 24 jam. Masyarakatnya selalu beraktifitas dengan adanya produksi tepung tapioka. Walaupun berada di kabupaten Pati yang notabene jauh dari pusat Jawa Tengah, desa Ngemplak Kidul termasuk desa yang maju. Karena berada di jalan utama penghubung Pati – Tayu, jalan utama yang ada sudah memadai. Transportasi yang dibutuhkan sudah tersedia dan mencukupi.

Desa Ngemplak Kidul merupakan desa yang sangat islami dengan presentasi masyarakat 99% beragama Islam. Banyak instansi pendidikan yang mendidik tentang agama Islam, baik dari tingkat taman kana-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Desa Ngemplak Kidul juga merupakan desa tempat dimana Mbah Ronggo Kusumo dimakamkan, yang juga merupakan tokoh penyebar agama islam di desa Ngemplak Kidul. Makam Mbah Ronggo Kusumo ini dibuka setiap hari sebagai tempat berziarah yang cukup terkenal. Selain itu, desa Ngemplak Kidul terletak bersebelahan dengan desa Kajen yang terkenal sebagai desa santri karena memiliki banyak pondok pesantren. Karena itulah banyak acara keagamaan sering digelar di desa Ngemplak Kidul.

 

Dengan majunya globalisasi yang semakin pesat, masyarakat pun saling berlomba-lomba menuju kemajuan dengan konsekuensi hilangnya budaya asli mereka. Seiring dengan kemajuan tersebut, desa Ngemplak Kidul adalah desa yang mampu mempertahankan budaya aslinya. Masyarakat masih memegang kuat budaya Jawa yang diturunkan nenek moyang. Budaya sopan santun, ramah, gotong royong dan agamis masih sangat terasa. Masyarakat biasanya berkumpul setiap bulan untuk mengadakan acara tahlil atau yasin, yang bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai penyambung tali silaturahmi antar warga. Upacara-upacara berbau adat Jawa pun masih giat dilaksanakan. Seperti yang kita tahu, pelestarian budaya sangatlah diperlukan dan mampu menjadi contoh bagi generasi muda agar dapat belajar dan kembali meneruskan untuk generasi setelahnya.

Berikut ini beberapa lembaga pendidikan yang berada di Desa Ngemplak Kidul

Madrasah dan pondok pesantren di Ngemplak Kidul :

1. Madrasah Manabiul Falah (MTs, MA)

2. Madrasah Darun Najah (MI, MTs, MA)

Pesantren di Ngemplak Kidul :

1. PP Darun Najah (KH Muslich AR)

2. PP Nurul Ikhsan (K. Hasan Abd)

3. PP Darus Salam (K. Abdul Nasir Abd)

4. PP Darul Huda (K. Muzayin)

5. PP Arwaniyah (KH Mahsun Zahwan)

6. PP Matholiul Huda (Romo) (K. Subakir)

7. dll

Setiap tanggal 10 Shafar dalam penanggalan jawa diadakan kegiatan festival dalam rangka Sedekah bumi dan Haul Syeh Ronggo Kusumo.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*